MAKASSAR,- Menjelang perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan, bursa calon ketua umum mulai memanas. Salah satu nama yang santer terdengar dan digadang-gadang menjadi kandidat adalah Vonny Ameliani.
Vonny, yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, dinilai memiliki modal politik yang cukup besar. Selain dikenal sebagai tokoh perempuan di parlemen, isu kedekatannya dengan Gubernur Sulawesi Selatan disebut-sebut menjadi salah satu faktor yang melambungkan namanya dalam bursa pencalonan ini.
Namun, munculnya nama Vonny tidak lepas dari sorotan dan dinamika pro-kontra di kalangan aktivis pemuda. Respon tajam datang dari Ketua Forum Pemuda Sulawesi Selatan, Asrul. Ia memberikan catatan kritis terkait kriteria pemimpin ideal bagi induk organisasi kepemudaan di Sulsel tersebut.
Asrul menekankan pentingnya aspek primordialisme dalam konteks kepemimpinan pemuda daerah. Ia menilai bahwa idealnya, KNPI Sulsel dipimpin oleh putra atau putri asli berdarah Sulawesi Selatan yang memahami betul kultur dan napas pergerakan di wilayah ini. Asrul Juga Keras mempertanyakan, jika ada tokoh sulsel yg mendukung orang luar sulsel memimpin anak muda sulsel, kemana perginya jutaan Anak muda sulsel? kenapa mau dipimpin oleh orang sumatera?
“Seharusnya yang maju sebagai Ketua KNPI adalah putra dan putri asal asli Sulawesi Selatan. Kalau Bu Vonny Ameliani ini kan bukan asli Sulsel, beliau diketahui bukan Asli sulsel, kedua orang tuanya Asli orang sumatera dan Vony Sendiri lahir di Depok, ujar Asrul kepada awak media.
Selain masalah asal daerah, Asrul juga menyoroti rekam jejak dan independensi calon ketua. Ia berharap nahkoda baru KNPI nantinya adalah sosok yang lahir dari proses kaderisasi yang matang, bukan sekadar figur yang muncul karena dukungan kekuasaan atau “titipan pejabat”.
Menurutnya, hal ini krusial mengingat posisi strategis KNPI sebagai wadah berhimpun Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan stakeholder kepemudaan lainnya. Ia mengingatkan bahwa KNPI harus tetap menjaga marwahnya sebagai organisasi yang mandiri dan kritis.
KNPI adalah rumah bagi OKP dan pemuda Sulsel. Kita berharap KNPI tetap harus menjaga independensi organisasi dengan mengedepankan prinsip kemandirian, bukan menjadi bayang-bayang birokrasi,” pungkasnya.












