Lanskapsulawesi.com, Enrekang — Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN), Furqan, menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Enrekang. Kamis, (5/3/2025).
Ia menduga menu makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat tidak sepenuhnya sesuai dengan prosedur dan pedoman yang telah ditetapkan dalam program tersebut.
Dugaan ini muncul setelah adanya temuan di lapangan terkait paket makanan yang dibagikan kepada siswa, ibu menyusui, ibu hamil, serta balita yang dinilai belum memenuhi standar komposisi gizi seimbang sebagaimana tercantum dalam petunjuk teknis program MBG.
Menurut Furqan, beberapa menu yang diberikan tidak selalu dilengkapi dengan unsur gizi yang seharusnya ada, seperti protein, sayur, maupun buah. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa pelaksanaan program di lapangan belum sepenuhnya mengikuti standar yang telah ditetapkan.
“Program MBG ini sangat baik karena bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Namun dalam pelaksanaannya harus tetap mengikuti prosedur dan pedoman yang ada,” ujar Furqan.












