Lanskapsulawesi.com, Makassar – Peristiwa penembakan yang menewaskan seorang pemuda bernama Bertnand Eka Prasetyo di Jalan Toddopuli Raya, Makassar, Minggu (1/3/2026), memicu sorotan dari kalangan mahasiswa.
Menteri Riset dan Pengembangan BEM KEMA Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar (FSD UNM), Muh Syahid Abdillah, menilai peristiwa tersebut tidak sekadar insiden kriminal, tetapi mencerminkan persoalan relasi kekuasaan antara negara dan warga.
Menurut Syahid, dalam perspektif ilmu sosial dan antropologi kekuasaan, tubuh manusia sering menjadi titik paling konkret tempat negara menegaskan otoritasnya.
Ketika aparat menggunakan peluru, kata dia, tindakan tersebut bukan hanya dilakukan oleh individu berseragam, tetapi juga mencerminkan instrumen kekuasaan negara yang mengatasnamakan hukum.
“Negara memang memiliki kewenangan menggunakan kekerasan yang dianggap sah. Namun kewenangan itu harus dibatasi oleh prosedur, akuntabilitas, dan prinsip kemanusiaan,” ujarnya dalam keterangan tertulis. Kamis, (5/3/2026).












