Kekecewaan di Wajo: Turnamen Pordi SMS CUP I Berakhir Ricuh

Wajo, Sulawesi Selatan – Turnamen Pordi SMS CUP I Wajo yang digelar beberapa hari lalu berakhir dengan kekecewaan. Ratusan peserta dari berbagai daerah pulang dengan tangan hampa, setelah pihak penyelenggara dan panitia gagal menjalankan acara dengan baik.

Kekacauan dimulai saat jadwal Sesi II yang terus diundur, membuat peserta semakin frustrasi. “Kami sudah tiba di lokasi pertandingan sejak pukul 15:00, tapi bagan Sesi II belum dibagikan ke grup peserta,” kata seorang peserta dari Gardu DS-48 Luwu.

Penundaan jadwal Sesi II hingga pukul 20:30 tidak membuat peserta puas. “Kami jauh-jauh datang mau main domino, tapi malah dikecewakan oleh pihak penyelenggara, panitia, dan Ketua Pordi Wajo,” kata peserta lain dari Kabupaten Sinjai.

Kekecewaan peserta tidak hanya karena jadwal yang tidak jelas, tapi juga karena dugaan penyalahgunaan aturan Pordi secara Nasional. “Kami duga penyelenggara dan panitia tidak menggunakan sistem Aplikasi untuk bagan pordi, melainkan menginput bagan secara manual,” kata Mulyadi S.H, Presiden Koalisi LSM dan Pers Sulsel.

Mulyadi menantang Pordi Sulsel hingga Pordi Pusat agar segera memanggil Pordi Kabupaten Wajo dan Pihak Penyelenggara untuk memberi sanksi tegas atau membekukan. “Kami tidak bisa membiarkan kekacauan ini terus berlanjut,” katanya.