MAKASSAR, Sulawesi Selatan – Sebuah insiden adu mulut melibatkan pengendara sepeda motor dan keluarga tukang parkir terjadi di Jalan Pengayoman, Kecamatan Panakukang, Kota Makassar, tepatnya di depan Toko Alaska, Sabtu (tanggal tidak disebutkan) sekitar pukul 02.13 Wita. Situasi yang awalnya hanya senggolan ringan kemudian memanas dan menimbulkan keresahan sebelum akhirnya dilerai warga sekitar.
Peristiwa dimulai ketika terjadi senggolan ringan antara kendaraan roda dua dan roda empat di lokasi tersebut. Kejadian tersebut segera menimbulkan kamacetan sementara, dan situasi memanas ketika pengendara kedua kendaraan terlibat dalam perdebatan.
Menurut keterangan saksi di tempat kejadian, seorang pria berinisial “Sandi” kemudian datang untuk memisahkan kedua pihak. Setelah pengendara mobil meninggalkan lokasi, pengendara sepeda motor malah berteriak dan mengucapkan kata-kata yang dianggap tidak pantas kepada tukang parkir yang berada di lokasi.
Ucapan tidak pantas tersebut memicu reaksi dari orang tua tukang parkir yang juga berinisial “Sandi”. “Awalnya cuma senggolan dengan pengendara lain. Tapi suasana berubah karena pengendara roda dua menyalahkan tukang parkir dan ada ucapan yang dianggap tidak pantas kepada tukang parkir,” ungkap salah seorang warga yang menyaksikan insiden.
Saksi juga menambahkan bahwa pengendara sepeda motor tersebut mengaku sebagai anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan bekerja di media. Namun, hingga berita ini dibuat, belum ada klarifikasi atau keterangan resmi terkait identitas maupun kapasitas yang bersangkutan.
Terkait kondisi parkir di kawasan tersebut, warga menyampaikan bahwa parkir di bahu jalan sepanjang Jalan Pengayoman bukan hanya terjadi di depan Toko Alaska, melainkan juga di sejumlah titik lainnya, terutama pada jam-jam tertentu. “Bukan cuma di sini, hampir sepanjang jalan juga begitu kalau malam,” katanya.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi yang diajukan ke pihak kepolisian terkait insiden tersebut. Situasi di lokasi telah kembali kondusif setelah kedua belah pihak dilarikan oleh warga sekitar.
Media masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait untuk memperoleh keterangan lebih lanjut guna melengkapi pemberitaan secara berimbang.












