Lanskapsulawesi.com, ENREKANG — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai NasDem, Asman, kembali menemui warga dalam agenda reses dan temu konstituen Tahun Anggaran 2025–2026.
Kali ini, ia menyerap aspirasi masyarakat Desa Pekalobean, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang. Turut hadir mendampingi, Anggota DPRD Enrekang dari Fraksi NasDem, Hawa.
Dalam kesempatan itu, Hawa mengingatkan warga untuk memanfaatkan kunjungan legislator provinsi sebagai momen menyampaikan seluruh persoalan yang selama ini dirasakan.
“Ini sebenarnya kesempatan yang langka, jadi manfaatkan ki sebaik mungkin untuk bertanya terkait kendala yang kita alami,” ujarnya, Sabtu (1/11/2025).
Kegiatan reses tersebut dihadiri ratusan warga, Kepala Desa Pekalobean, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Seorang guru menjadi salah satu yang paling vokal menyampaikan keluhan. Ia menyoroti tidak adanya Sekolah Luar Biasa (SLB) di tingkat kecamatan yang membuat anak berkebutuhan khusus (ABK) sulit mendapatkan layanan pendidikan maksimal.
“Kalau bisa, SLB itu ada juga di setiap kecamatan, Pak. Banyak siswa yang rumahnya jauh dan sulit dijangkau kalau harus ke kabupaten,” ucapnya.
Guru tersebut juga mengaku tidak pernah mendapat pelatihan untuk menangani anak berkebutuhan khusus.
“Di sekolah mereka masih disatukan dengan anak umum, jadi pelayanan kami belum maksimal,” tambahnya.
Selain pendidikan, warga juga mengeluhkan kondisi jalan yang rusak dan disebut sudah lama tidak tersentuh perbaikan. Kondisi ini turut berdampak pada akses siswa menuju sekolah. Penanganan bencana alam yang dinilai belum optimal juga menjadi bagian dari keluhan warga.
Menanggapi aspirasi tersebut, Asman menegaskan bahwa pihaknya siap memperjuangkan setiap keluhan warga sesuai kewenangan pemerintah provinsi.
“Aspirasi seperti SLB, perbaikan jalan, sampai penanganan bencana akan kami bahas bersama pemerintah provinsi,” katanya.












