LANSKAPSULAWESI.COM – Tana Toraja, SMPN 1 Bittuang dan SMPN Satap 2 Bittuang berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Ma’asing Tingkat SMP yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tana Toraja, Jumat (29/08/25).
Kompetisi yang berlangsung di Pelataran Pasar Seni Makale ini mempertemukan berbagai sekolah menengah pertama yang mewakili masing-masing kecamatan. Setiap tim terdiri dari lima peserta didik ditambah 1 cadangan. Permainan tradisional Ma’asing, yang mengasah ketangkasan dan strategi, menjadi ajang unjuk kebolehan para siswa dalam menjaga warisan budaya yang dimainkan di seluruh kawasan Sulawesi Selatan.
Dalam kategori tim laki-laki (PA), SMPN 1 Bittuang keluar sebagai juara pertama, disusul SMP Katolik Pelita Bangsa Makale sebagai juara kedua, dan SMPN 1 Rantetayo di posisi ketiga.
Sementara itu, untuk kategori tim perempuan (PI), SMPN Satap 2 Bittuang berhasil menyabet juara pertama, dengan SMP PGRI Pabuaran di posisi kedua dan SMPN 2 Saluputti sebagai juara ketiga.
Kedua tim dari Kecamatan Bittuang menunjukkan strategi ketangkasan luar biasa dalam mengecoh lawan, khususnya saat menyerang benteng pertahanan.
Menurut Jeni Dote, S.Pd., guru pendamping dari SMPN Satap 2 Bittuang, kunci kemenangan timnya terletak pada fokus dan konsentrasi dalam menerapkan strategi langsung menyerang benteng lawan. “Anak-anak dilatih untuk tetap tenang dan bekerja sama dalam menjalankan taktik. Mereka belajar memahami gerakan lawan dan memanfaatkan celah untuk menang,” ujar Jeni. Pendekatan ini terbukti efektif, membuat tim SMPN Satap 2 Bittuang mampu menguasai permainan dengan penjagaan emosi yang baik.
SMPN Satap 2 Bittuang unggul di kedua kategori, membuktikan dominasi mereka dalam kompetisi ini. Hadiah utama berupa dana pembinaan sebesar 3 juta rupiah diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tana Toraja, Andarias Lebang, S.Pd., dalam acara penutupan kegiatan.
Andarias mengapresiasi semangat para peserta dan berharap lomba ini dapat terus melestarikan budaya lokal sekaligus memperkuat jiwa sportivitas di kalangan pelajar.
Lomba Ma’asing ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tana Toraja berkomitmen untuk terus menggelar kegiatan serupa guna menjaga kelestarian permainan tradisional dan memperkuat identitas budaya di kalangan siswa.
Keberhasilan SMPN 1 dan SMPN Satap 2 Bittuang menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk terus berlatih dan berpartisipasi dalam pelestarian budaya melalui permainan rakyat seperti Ma’asing.