LANSKAPSULAWESI.COM – Makale, Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Tana Toraja, Nopen Kessu, menyampaikan optimismenya terhadap potensi pembinaan kepemimpinan melalui kegiatan kepanduan di SMPN Satap 2 Bittuang.
Pernyataan ini disampaikan usai menyaksikan penampilan memukau tim Pramuka SMPN Satap 2 Bittuang dalam Perkemahan Pramuka yang berlangsung pada 11-14 Agustus 2025 di Rantepao Karua, Lembang Balla. Kegiatan tersebut menjadi ajang unjuk keterampilan kepanduan yang menarik perhatian GMKI.
Tim Pramuka SMPN Satap 2 Bittuang berhasil menunjukkan performa luar biasa dalam berbagai keterampilan kepanduan seperti: tali-temali, smaphore, LCC, Solo, vokal group, kerapian tenda dan kerja sama tim, yang dinilai layak untuk bersaing di tingkat kabupaten.
Menurut Nopen Kessu, Tim Pramuka di bawah bimbingan Norita Kombong Bulan, sekolah ini sesungguhnya telah berhasil mencetak bibit-bibit pemimpin muda yang memiliki potensi besar untuk menjadi teladan di masa depan.
“Kami melihat semangat dan kedisiplinan yang kuat dari peserta didik di sana. Ini adalah modal penting untuk pengembangan karakter kepemimpinan,” ujarnya.
GMKI memilih SMPN Satap 2 Bittuang sebagai fokus pembinaan karena sekolah ini memiliki lingkungan yang kondusif untuk pengembangan kepemimpinan. Meskipun berstatus sebagai sekolah satu atap (Satap), SMPN Satap 2 Bittuang menunjukkan komitmen yang tinggi dalam mendukung kegiatan ekstrakurikuler, khususnya Pramuka. Fasilitas yang sederhana tidak menjadi penghalang bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan mereka dalam mengatasi tantangan selama perkemahan.
Selain itu, GMKI menilai bahwa nilai-nilai yang diajarkan dalam kegiatan Pramuka, seperti keberanian, tanggung jawab, dan solidaritas, selaras dengan visi organisasi untuk mencetak generasi muda yang berintegritas. SMPN Satap 2 Bittuang dinilai memiliki potensi untuk menjadi model bagi sekolah lain di Tana Toraja dalam menerapkan pendidikan karakter melalui kepanduan.
“Kami ingin mendorong sekolah ini menjadi pusat pembinaan kepemimpinan berbasis kepanduan yang dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain,” tambah Nopen.
Alasan lain yang mendorong GMKI untuk berfokus pada SMPN Satap 2 Bittuang adalah antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan Pramuka. Selama perkemahan, siswa menunjukkan inisiatif tinggi, kemampuan beradaptasi, dan semangat pantang menyerah, yang merupakan ciri-ciri penting seorang pemimpin. GMKI berencana untuk mendukung sekolah ini dengan pelatihan kepemimpinan tambahan serta kerja sama dengan tokoh-tokoh pendidikan setempat untuk memperkuat program Pramuka.
Ke depan, GMKI berkomitmen untuk mendampingi SMPN Satap 2 Bittuang dalam mengembangkan kurikulum kepanduan yang lebih terstruktur. Nopen Kessu berharap, dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk tokoh pendidikan di Bittuang, sekolah ini dapat menjadi teladan dalam mencetak pemimpin muda yang tidak hanya kompeten di bidang kepanduan, tetapi juga mampu berkontribusi bagi pembangunan masyarakat Tana Toraja di masa depan.