Harmonisasi PS SMPN Satap 2 Bittuang Getarkan Festival Seni Daerah Kec. Bittuang, Tarik Atensi Hataru di Jepang

LANSKAPSULAWESI.COM – Festival Seni Daerah Berkearifan Lokal yang diselenggarakan oleh Pemda Tana Toraja melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Rante Karua Lembang Balla (11/08/25) menghadirkan suasana berbeda.

Acara yang digelar untuk mempromosikan seni dan budaya lokal ini menjadi panggung bagi berbagai talenta muda dari Kecamatan Bittuang. Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah paduan suara siswa SMPN Satap 2 Bittuang, yang dipimpin oleh Arstuti Kaluttu, S.Pd. Penampilan mereka begitu memukau, memadukan harmonisasi suara yang indah dengan semangat kebersamaan yang kental.

Paduan suara SMPN Satap 2 Bittuang menampilkan lagu Hymne dan Mars Tana Toraja, dengan aransemen yang apik, mencerminkan kekayaan budaya Tana Toraja. Setiap nada yang dilantunkan terasa penuh makna, seolah menggambarkan kisah dan nilai-nilai luhur masyarakat Toraja yang sarat kebersamaan dan kerja keras.

Di bawah bimbingan Arstuti Kaluttu, S.Pd., para siswa berlatih hampir 2 minggu untuk mempersiapkan penampilan yang kemudian mendapatkan atensi dari Hataru di Jepang.

Hataru adalah seorang backpacker’s asal Jepang yang juga menjadi mitra lintas literasi salah seorang guru di SMPN Satap 2 Bittuang yang sempat menonton rekaman siswa bernyanyi, yang menurutnya kemampuan anak-anak sangat memukau. Hataru dikabarkan dalam waktu dekat akan menjalin kerjasama dengan sebuah lembaga di Tana Toraja.

Menurut Arstuti, “Latihan intensif yang dilakukan bertujuan untuk menanamkan rasa percaya diri dan kebanggaan terhadap budaya lokal siswa. Proses ini, menurut Arstuti, menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan antar siswa sekaligus memperkenalkan mereka pada kekayaan tradisi seni daerah.

Kepala Sekolah SMPN Satap 2 Bittuang, Norita Kombong Bawan, S.Pd., mengungkapkan kebanggaannya atas penampilan anak didiknya. “Walau hanya juara dua, tetapi kami bangga anak-anak tampil tanpa beban,” ujarnya usai acara. Norita menambahkan bahwa keikutsertaan dalam festival ini adalah pengalaman berharga yang akan terus memotivasi siswa untuk berkarya dan mengasah bakat mereka di masa depan.

Festival ini juga menjadi ajang bagi masyarakat Bittuang untuk menunjukkan kekompakan dan semangat gotong royong. Berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh pendidikan, tokoh masyarakat, agamawan, hingga orang tua siswa, turut mendukung kelancaran acara. Kehadiran mereka memberikan dorongan moral bagi para peserta, termasuk tim paduan suara SMPN Satap 2 Bittuang, untuk memberikan penampilan terbaik.

Keberhasilan SMPN Satap 2 Bittuang di Festival Seni Daerah ini menjadi bukti bahwa bakat dan kerja keras dapat bersinar meski di tengah keterbatasan. Penampilan mereka tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi penonton untuk terus melestarikan budaya lokal. Diharapkan, keikutsertaan dalam ajang serupa di masa mendatang akan semakin memperkuat identitas budaya Bittuang di kancah yang lebih luas.