JELANG KONTESTASI HIPMI PALOPO, IRIANTO S. TEGASKAN KOLABORATIF

Palopo – Dalam kontestasi kepemimpinan organisasi pengusaha muda di daerah, langkah yang paling menentukan sering kali bukan yang paling keras terdengar, melainkan yang paling luas menjangkau. Itulah pendekatan yang kini ditempuh Irianto S, bakal calon Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Palopo melalui rangkaian silaturahminya dengan sejumlah tokoh di Luwu Raya seperti Esra Lamban dan drg Marji Rumpak.

Dalam beberapa hari terakhir, Irianto S. Bakal calon Ketua HIPMI Palopo terlihat aktif silaturahmi dengan sejumlah tokoh berpengaruh di Luwu raya. Silaturahmi tersebut, menurut keterangan beberapa pihak yang hadir, tidak hanya mendapat dukungan namun juga dialog substantif mengenai tantangan ekonomi lokal mulai dari daya saing UMKM, transformasi digital, hingga pentingnya tata kelola usaha yang berintegritas.

Pelaku usaha daerah menghadapi tekanan ganda: kebutuhan efisiensi di tengah ketidakpastian ekonomi global serta tuntutan adaptasi teknologi yang kian cepat. Dalam konteks tersebut, silaturahmi lintas tokoh yang dilakukan Irianto S. dapat dibaca sebagai upaya membangun konsensus sosial sebelum memasuki fase kompetisi organisasi yang lebih formal.

“Beliau lebih banyak mendengar daripada berbicara”.ujar seorang tokoh masyarakat sekaligus anggota DPRD Sulawesi Selatan, Esra Lamban.

“Fokusnya pada bagaimana organisasi ini kedepan bisa menjadi ruang belajar bersama, bukan sekadar struktur kepengurusan. Dan saya pikir ini contoh yang baik bagi calon pemimpin dimasa depan yah utamanya di HIPMI Palopo, mau mendengar masukan dan berdialog dan gagasannya pun sangat adaptable dalam konteks masa kini dan masa depan”. Sambungnya.

Drg Marji Rumpak M.kes, mengapresiasi apa yang dilakukan oleh irianto.

“Yang dalam tradisi sosial masyarakat kita, silaturahmi bukan sekadar etika pergaulan, melainkan mekanisme membangun legitimasi moral. Dalam kerangka teori organisasi modern, langkah itu juga merefleksikan pemahaman bahwa kepemimpinan yang berkelanjutan lahir dari akumulasi kepercayaan bukan hanya mandat prosedural”.ujar Marji Rumpak.

Sementara itu, dosen Fakultas Ekonomi Universitas Andi Djemma, Dian Pratiwi SM.,MBA menanggapi apa yang dilakukan Irianto S sebagai calon ketua HIPMI Palopo.

“Saya melihat pola ini sebagai indikasi kesadaran institusional. Organisasi seperti HIPMI tidak dapat bergerak efektif tanpa jejaring sosial yang solid. Dalam ekonomi berbasis jaringan (network economy), nilai tambah sering kali tercipta dari relasi yang saling memperkuat, bukan dari kompetisi internal yang terfragmentasi.” Ungkapnya

“Irianto S. disebut menekankan pentingnya membangun HIPMI Palopo sebagai pusat inkubasi gagasan bisnis dan penguatan kapasitas anggota. Ia mendorong kolaborasi antara pengusaha muda dan senior, serta membuka ruang partisipasi bagi anggota baru agar regenerasi berjalan sistematis. pendekatan kolaboratif ini relevan dengan kebutuhan Palopo sebagai kota penyangga pertumbuhan di Luwu Raya. Kita butuh stabilitas dan inovasi sekaligus. Itu hanya mungkin jika organisasi pengusaha seperti HIPMI Palopo mampu merangkul semua pihak”.ujarnya.

Kontestasi ditubuh HIPMI Palopo baru akan dihelat dalam kerangka internal. Namun implikasinya melampaui itu. Di banyak daerah di Indonesia, pengusaha muda berperan sebagai motor penciptaan lapangan kerja dan inovasi. Kepemimpinan mereka memengaruhi iklim investasi, kualitas kemitraan dengan pemerintah, dan arah pembangunan ekonomi lokal.

Melalui silaturahmi dengan tokoh ini, Irianto S. berupaya membingkai kontestasi HIPMI Palopo sebagai proses konsolidasi gagasan, bukan polarisasi kepentingan.

“Di tengah realitas ekonomi yang menuntut kolaborasi dan ketahanan, langkah tersebut menghadirkan satu pesan yang sulit dibantah: bahwa masa depan organisasi tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memimpin, tetapi oleh sejauh mana ia mampu membangun jembatan kepercayaan sebelum memegang amanah. Percakapan-percakapan itu kini berlangsung dalam ruang-ruang yang tenang. Namun dari ruang-ruang itulah, arah kepemimpinan dan wajah kewirausahaan daerah sedang dirumuskan, lanjutnya, mempertegas.