Opini  

Kepemimpinan Baru Batalyon D Pelopor dan Harapan yang Menyertainya

FMPP SulSel: Kordinator *Muhammad Rafii*

Forum Masyarakat Pemerhati Pendidikan Sulawesi Selatan_

Pergantian komando di tubuh Satbrimob Polda Sulawesi Selatan selalu membawa harapan baru. Penunjukan Kompol Laode Rusli sebagai Komandan Batalyon D Pelopor bukan hanya rotasi biasa, tetapi langkah yang mencerminkan kebutuhan institusi akan pemimpin yang memahami medan, memahami masyarakat, dan memahami cara menjaga stabilitas di tengah dinamika keamanan yang terus berubah.

Laode Rusli bukan nama asing bagi Luwu Raya dan Tana Toraja. Rekam jejaknya sebagai Komandan Kompi di Baebunta menunjukkan kedekatannya dengan karakter wilayah yang kerap membutuhkan respons cepat dan pendekatan yang terukur. Pemahaman semacam ini hanya dimiliki oleh mereka yang pernah bersentuhan langsung dengan denyut lapangan.

Namun yang membuat penunjukan ini terasa lebih bernilai adalah sisi sosial Laode Rusli yang jarang dimiliki perwira setingkatnya. Ia dikenal dekat dengan para aktivis dan wartawan di Makassar. Kedekatan itu bukan basa-basi birokrasi, melainkan hubungan yang tumbuh dari keterbukaan dan kesediaannya mendengar. Dalam konteks keamanan modern, kemampuan membangun simpul komunikasi dengan masyarakat sipil adalah aset yang tidak bisa disepelekan. Hubungan yang sehat antara aparat dan masyarakat sering menjadi kunci meredam potensi gesekan sosial.

Ada pula sisi personal yang menarik: Laode Rusli adalah penikmat kopi hitam tanpa gula. Kebiasaan sederhana ini mencerminkan karakter lugas, jujur pada rasa, dan tidak tertarik pada polesan yang tidak perlu. Dalam dunia kepemimpinan, sifat seperti ini sering menjadi fondasi bagi kepercayaan—baik dari bawahan maupun dari publik.

Sementara itu, Kompol Muhammad Agus yang sebelumnya memimpin Batalyon D Pelopor kini mendapat amanah baru dalam posisi strategis di Roops Polda Sulsel. Ini menunjukkan bahwa mutasi bukanlah pengurangan peran, melainkan penataan ulang untuk memperkuat berbagai lini institusi.

Saya melihat pergantian komando ini sebagai momentum mempertegas kesiapsiagaan Batalyon D Pelopor. Luwu Raya dan Tana Toraja adalah wilayah yang menuntut pemimpin dengan kecepatan membaca situasi dan kemampuan berkomunikasi lintas kelompok. Laode Rusli membawa dua-duanya—pengalaman teknis dan kedekatan sosial.

Harapan publik tentu sederhana: semoga kepemimpinan baru ini semakin memperkuat kehadiran negara, menjaga stabilitas keamanan, dan menghadirkan rasa aman yang lebih merata di Sulawesi Selatan.

*#AnakBangsa*🇮🇩