Kepsek Bungkam, Dinas Tutup Informasi: Ada Apa dengan Dana BOS SMP SATAP 8 Baraka?

Lanskapsulawesi.com, Enrekang — Penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMP SATAP 8 Baraka, Desa Ledan, Kecamatan Buntu Batu, Kabupaten Enrekang, menjadi sorotan warga.

Mereka mempertanyakan transparansi dan pemanfaatan anggaran tersebut karena kondisi sekolah dinilai tidak menunjukkan adanya perawatan yang memadai.

Sekolah dengan jumlah 109 siswa itu disebut menerima dana BOS hingga ratusan juta rupiah setiap tahun. Namun menurut warga, kondisi sekolah justru terlihat tidak terurus.

“Sekolah ini kayak tidak terawat, padahal ada dana BOS tiap tahun,” ucap seorang warga, Kamis (20/11/2025).

Pantauan jurnalis lanskapsulawesi.com, tampak sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan. Dinding bangunan mulai kusam dan belum dilakukan pengecatan ulang.

Beberapa bagian plafon terlihat berlubang, bahkan ada yang nyaris roboh sehingga berisiko membahayakan keselamatan siswa.

Tidak hanya itu, salah satu kran tempat cuci tangan siswa terlihat rusak dan tidak lagi terpasang.

Logo Pemerintah Kabupaten Enrekang yang biasanya terdapat di papan nama sekolah juga telah terkelupas dan hilang, menyisakan logo Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Yang menjadi perhatian lain, papan informasi penggunaan dana BOS yang seharusnya dipasang dan dapat diakses publik, tidak ditemukan di area sekolah.

Padahal, dalam aturan pengelolaan dana BOS, sekolah diwajibkan menampilkan informasi tersebut agar masyarakat dapat mengawasi penggunaannya.

Tim media telah mencoba meminta klarifikasi kepada kepala sekolah melalui pesan WhatsApp, namun hingga saat ini tidak mendapatkan balasan.

Upaya konfirmasi juga dilakukan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang.

Namun, Plt Kepala Dinas, Erik, tidak memberikan keterangan maupun data terkait laporan pertanggungjawaban dana BOS SMP SATAP 8 Baraka.

Respons tersebut membuat publik menilai bahwa Plt Kepala Dinas Pendidikan cenderung menutupi informasi terkait penggunaan dana BOS di sekolah tersebut.

Sikap diam pihak sekolah dan dinas pendidikan membuat warga semakin curiga adanya dugaan ketidakwajaran dalam pengelolaan dana BOS tersebut.

Hingga berita ini ditayangkan, tidak ada penjelasan resmi dari pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Enrekang terkait persoalan ini.