Mahasiswa Messawa Gelar Diskusi dengan Camat, Bahas Potensi Pariwisata dan Pertanian

LANSKAPSULAWESI.COM – Mamasa – Sejumlah mahasiswa asal Kecamatan Messawa menggelar Audiens bersama Camat Messawa, Petrus Arie, untuk membahas potensi dan tantangan pembangunan daerah, khususnya di sektor pariwisata, pertanian, infrastruktur, dan budaya lokal. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Kecamatan Messawa, pada 17 Agustus 2025.

Dalam kesempatan itu, Camat Messawa menegaskan bahwa keindahan alam Messawa merupakan modal besar untuk pengembangan pariwisata.

“Kalau kopi bisa menghasilkan uang dengan cepat, maka pariwisata bisa lebih cepat lagi memberi keuntungan, asalkan dikelola dengan baik,” ungkap Petrus Arie.

Dari pihak mahasiswa, ditegaskan bahwa Messawa memiliki destinasi wisata potensial, terutama air panas di Malimbong yang kini tengah didorong pengembangannya. Mereka juga mendorong kolaborasi tiga pihak pemerintah, pemuda, dan masyarakat sebagai kunci utama keberhasilan pariwisata.

Dalam diskusi, peserta menyoroti pentingnya tiga pilar pariwisata atau 3A (Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas). Atraksi berupa panorama alam Messawa, aksesibilitas melalui jalur lintas Messawa yang masih butuh perbaikan, serta amenitas berupa fasilitas wisata yang harus terus dibenahi.

Selain pariwisata, sektor pertanian juga menjadi perhatian utama. Camat mengakui masih terdapat kendala, seperti kurangnya penyuluhan dan terbatasnya bibit unggul. Mahasiswa memberi masukan berupa penerapan teknik sambung pucuk untuk mempercepat panen, penyediaan pupuk gratis, serta pengadaan alat pertanian bagi petani.

Tantangan infrastruktur pun disorot. Kondisi jalan di sejumlah titik dianggap perlu mendapat perhatian serius agar konektivitas menuju pusat wisata maupun lahan pertanian semakin lancar.

Di sisi lain, potensi budaya dan kearifan lokal juga dibahas. Messawa dinilai memiliki kekayaan tradisi yang layak dikembangkan, mulai dari rumah adat hingga gagasan kampung toleransi atau kampung pelangi di Kondo.

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa berencana membentuk komunitas resmi untuk mendukung program pemerintah, khususnya di bidang pariwisata. Konsep yang ditawarkan adalah program dirancang oleh pemerintah, sementara implementasinya dijalankan langsung oleh pemuda dengan dukungan masyarakat.

Diskusi menyimpulkan bahwa Messawa memiliki potensi besar di bidang pariwisata, pertanian, dan budaya. Jika dikelola secara kolaboratif, Messawa dapat menjadi salah satu kawasan unggulan di Kabupaten Mamasa. Prioritas pembangunan ke depan akan difokuskan pada pengembangan Air Panas Malimbong serta persiapan menggarap potensi wisata Kondo.