ADA APA DENGAN MAROS?

Desa adalah penopang dan perpanjangan tangan pemerintah kabupaten, tapi kenapa pemerintah desa selalu jadi anak tiri, dimana pemerintah desa bekerja dari pagi sampai sore dan sampai hari ini belum menerima haknya sebagai perangkat perpanjangan tangan kabupaten dalam hal ini gaji perangkat desa (Rutin), sudah hampir satu bulan (bulan4) hak mereka belum terbayarkan.

Ditempat terpisah salah satu perangkat desa yang ada diujung barat kabupaten Maros mengeluarkan unek2nya, “Kenapa kita yang harus jadi anak tiri kami juga butuh hidup ini sudah hampir 1 bulan penuh hak kami belum terbayarkan, ADA APA DENGAN MAROS?” Dilain tempat disalah satu desa daerah pegunungan, “Apakah Pemda masih punya hati? Kami sudah hampir satu bulan penuh bekerja kenapa hak kami belum terpenuhi, kami juga punya keluarga yang butuh makan padahal secara administrasi sudah terpenuhi”ujar salah seorang perangkat Desa

Ini adalah unek unek perangkat desa dan jadi pertanyaan besar, kenapa Kabupaten Maros belum merealisasikan hak Perangkat Desa, mereka juga punya keluarga, setiap pagi berangkat kekantor dan pulang sore hari hanya untuk kepentingan Masyarakat, mereka sudah memenuhi kewajiabnya tapi kenapa haknya belum direalisasikan, Ada apa dengan Maros.

Sudah hampir sebulan penuh gaji perangkat Desa belum juga cair, “lebih bagus zaman pak Ir. Hatta setiap awal bulan gaji kami sudah ditransfer tapi kenapa Pemda sekarang seperti menutup mata dalam memenuhi hak kami”, ucap salah seorang Perangkat Desa.

Semoga Pemerintah Kabupaten bisa mencari solusi yang tepat dimana gaji (Rutin) pemerintah Desa menggunakan dana ADD bisa tersalurkan dalam waktu satu dua hari kedepan.

Editor: Irwan